Disindir Lagu; Cari Pasangan
Malam ini adalah malam minggu, namun saya selalu bersemedi seorang diri di dalam kamar, sambil mendengarkan lagu islami yang di dendangkan grup nasyid Rabbani. Sungguh judulnya nyindir pribadi saya, entah ada unsur kesengajaan atau tidak, yang pasti saya merasa disindir dengan sebuah lagu yang berjudul Cari Pasangan. (Hahaha)
Selama ini saya selalu terbawa nafsu duniawi dalam mencari pasangan hidup. Hanya mencari kesempurnaan rupa dan fisik semata, tidak pernah mencari pasangan yang betul-betul bahagia berseri, yang mampu menciptakan rumah tangga yang harmoni, dengan memiliki iman dan taqwa yang tak tertangguhkan pada Allah SWT. Sungguh keluarga Sakinah Mawadah Warohmah yang mencari ridho-Mu.
Sekarang saya sudah di sadarkan oleh lagu islami. Fisik hanya kiasan saja, carilah pasangan yang punya iman, karena itu yang paling penting. Lebih beruntung lagi, sudah punya iman rupanya menawan pula. Semoga saja, saya yang tampangnya pas-pas an ini di takdirkan mendapatkan pasangan yang di idamkan. Saya ridho jika mendapatkan pasangan yang memiliki iman tak tertangguhkan serta rupa menawan. Saatnya cari pasangan, bangun dari semedi di kamar seorang diri. Ayo!!
Sahabat Bangku Kuliah
Perkenalkan ini adalah foto saya bersama sahabat-sahabat saat menimba ilmu di bangku kuliah, yang pakai baju hitam itu saya (keren kan, mirip artis dude herlino yah.. haha ngarep pisan), terus yang pake baju biru namanya Hendri Sugianto, kalo diperhatikan secara seksama hidungnya itu menyerupai sayur terong warna ungu.. (piss hen.. becanda), kalau yang pake kaos belang merah dan putih namanya Wahyudin, manusia tergokil di komunitas kami, lawakannya tak pernah habis, jailnya juga minta ampun.. pokoknya nyengit pisan kalau sudah jadi jajahan dia, terus yang mengenakan kaos putih namanya Yana Mulyana, meski postur tubuhnya paling pendek diantara kami, tapi jangan kira loh.. kita semua kalau dapat soal dan tugas mata kuliah apa saja, pasti nyonteknya sama dia, meski dia juga suka pelit sama jawabannya(huh.. nyebelin).
Entah kapan foto ini di ambil, yang saya ingat foto ini berlokasi di sekitar rumah Yana Mulyana di daerah Sampora, Kuningan Jawa Barat. Season pemotretan di ambil saat pagi hari, waktu itu saya tidak mandi terlebih dahulu, dan jangan-jangan mereka semua juga tidak mandi pagi itu, keliatan yah dari raut mukanya. (wah pasukan plengus yang jarang mandi yah).
Banyak suka dan duka yang kita lewati bersama, cerita dan kisahnya kini akan menjadi kenangan terindah yang sudah pernah kita lakukan. Selain cerita di kampus, banyak juga kegiatan di luar kampus yang sudah kita lalui bersama. Mulai dari nongkrong di Mall, nonton film di kamer, naik gunung, dan masih banyak lagi, sampe akhirnya kita juga bisa wisuda bareng. (duh amboynya).
Ada Lubang Dalam Hati
Ini dia lagu kebangsaan saya ketika sedang memikirkan cinta, lagu yang di populerkan oleh grup band Letto yaitu ‘Lubang di Hati’. Meski saya bukan Lethologica yang nge-fans berat dengan grup band ini, tapi lagu ini selalu mewakilkan perasaan saya ketika urusan asmara hadir di kepala.
Maka tak heran, saya sering mendengarkan lagu tersebut di setiap kesempatan, bisa berjuta-juta kali saya putar. (Semakin sering memikirkan cinta = semakin sering lagu ini bersenandung).
Sampai-sampai ada teman yang bilang, kalau mereka mendengar lagu ini dimana saja dan kapan saja, katanya selalu inget dengan saya, sudah jadi ciri khas katanya. Jangan-jangan yang ada dipikiran mereka saya lah pemilik dan penyanyi lagu tersebut bukan letto. (Hahaha..ha Ngarang bebas).
Begini nih lirik lagu Lubang di Hati; Read more…
HP Asmara Dua Sejoli
Setiap saya mendapat sms dari Sri Wahyuni Lisdianiningsih, saya selalu senyum sumringah, sungguh apakah ini yang dinamakan cinta. Baik sms yang datang dikala sibuk atau santai, selalu saja obrolan yang kita rangkai membuat saya senyum simpul sambil menghayal gak jelas gitu. haha.. (tenang hayalan masih wajar).
Sudah ribuan sms yang sudah kita berbalas dengan penuh kemesraan, meski isi sms suka gak jelas, gak nyambung, gak penting, cuman satu huruf, satu tanda, animation emotion, dan sering juga gak di bales. Tapi, ada secercah kebahagiaan yang timbul ketika membacanya, saya harap dia juga tersenyum saat sms dari saya nangkring di hp nya.
Pernah orang tua memergoki saya senyum sendiri di kamar, mereka pun bilang “Bujang jaman sekarang masa handphone di ajak senyum, di cium pula”. Langsung saja saya timpal dengan pernyataan “Ya kaya kalian gak pernah muda saja”.. Heum, apakah ini cinta yang hadir dari HP asmara dua sejoli.
Senandung Hal Terindah
Saat ini saya sedang merana, karena tiga sahabat saya telah pergi meninggalkan saya. Dengan unsur kesengajaan mereka memutus tali silaturahmi yang ada. Mungkin bahasa yang familiar saat ini adalah miskomunikasi.
Akun jejaring sosial saya di blokir, tidak lagi berteman. Permintaan pertemanan saya tidak lagi di konfirmasi, ketika saya menyamar menggunakan akun teranyar. Komunikasi yang ada memang sengaja di putus secara sepihak.
Nomor handphone pun di ganti, bisa jadi biar saya tidak lagi bisa menghubunginya. Meski ada nomor yang masih aktif, tapi percuma, Masalahnya sms tak di balas dan telepon nggak di angkat.. Sungguh merana tak terkira posisi saya.. jika saja saya nekad dan bener-bener nekad, mungkin saya akan mengikuti acara reality termehek-mehek. Namun nyali saya menciut, bukan karena takut. Tapi penampilan saya yang tidak kamera face, harus direnovasi biar enak dipandang ketika dilihat dari tv. (Alasan yang mengada-ada).
Padahal hubungan saya dengan tiga sahabat ini pada zaman dulunya teramat baik. Kita sering sms-an, telpon2an, komen2an.. tapi apalah daya.. saat ini kita tak bisa bercengkrama lagi.. Dan ketika saya mendengar lagu ‘Hal Terindah’ yang di populerkan oleh Band Seventeen, ingatan saya selalu menari nari akan kenangan yang pernah ada dengan mereka. (Lebay)
Pernah suatu hari saya curhat pada Tuhan YME. Tuhan apakah mereka kecewa dan patah hati dengan laku lampah saya, sungguh perpisahan ini tidak membuat saya bahagia, ingin rasanya saya memutar waktu. Namun apa lampah, saya hanya bisa memutar jarum jam, bukan memutar keadaan.
Tuhan, Ingin rasanya saya minta maaf pada orang-orang yang tersakiti, ingin rasanya saya berjumpa dan mengulang hal terindah yang pernah kita lakukan. Namun, jika di dunia ini kita tidak ditakdirkan untuk bertemu lagi, izinkan kita bertemu dan berkumpul di surga nanti. Tuhan sampaikan salam rindu saya pada mereka. Saya rindu pada inisial ‘S’, ‘V’, dan ‘Y’. Read more…
Inisial ‘S’
Demi keselamatan nyawa, maka identitas dari wanita yang berinisial ‘s’ saya rahasiakan. Ia hanya wanita biasa, yang punya dua bola mata indah, bibir manis dan merah merona, pipinya mulus dan sedikit tembem, punya satu hidung dengan lubangnya dua, alisnya biasa saja, postur tubuh mungil tidak jangkis bak model, pakainnya seperti orang mau mengaji, kerudunya lebat. Sungguh ia tak ber make up, tidak suka dengan kepalsuan.
Saat Tuhan mempertemukan saya dengan wanita berinisial ‘s’. Alam raya serasa berdendang, dengan melantunkan tangga nada yang indah. “Apakah itu kamu, yang selama ini saya cari tanpa henti, apakah itu cinta, yang mampu menutup lubang di dalam hati,” sungguh ini lirik lagu yang paling cocok, sebagai musik pengiring saat pertemuan pertama kita berdua.
Namun betapa tololnya saya, ketika beberapa hari kemudian, saya mendapat sms pertama darinya, saya abaikan sms itu tanpa dibalas. hingga menimbulkan spekulasi tanda tanya besar atas laku lampah saya di mata wanita berinisial ‘s’. Mungkin ia anggap saya laki-laki yang sombong karena tak juga membalas sms, mungkin ia anggap saya laki-laki miskin yang tak mampu membeli pulsa, atau mungkin ia beranggapan kalau saya adalah laki-laki sakit, yang tidak tertarik dengan wanita. Sungguh jahatnya spekulasi. Read more…
Betapa Jahanamnya Saya
Tuhan, apakah saya masih pantas untuk berkeluh kesah denganmu?. Saya pikir sudah terlalu hina saya menyapamu, apalagi sampai meminta lebih padamu. Engkau ampuni semua dosa saya, juga saya anggap karunia yang teramat agung. Tuhan ampuni semua dosa saya, terlalu berat saya memikul hinanya hidup untuk menuju ridhomu. Mohon ampun.
Selalu saja saya merasa berdosa, dosa yang menyayat hati dan menguras air mata ketika mengingat wanita-wanita yang tak juga saya anggap, bahkan terkesan saya permainkan perasaannya. Tapi perlu diketahui, ini tidak ada unsur kesengajaan, saya sendiri baru tersadar bahwa betapa jahanamnya perlakuan saya terhadap beberapa wanita.
Dulu mereka mengagumi saya, tapi karena sikap plin-plan saya, dan sikap datar saja, satu persatu berbalik membenci saya. Bukan tunggal tapi banyak, bukan saya sombong tapi ini kenyataan yang menyakitkan. Kalau ini saya lakukan dengan sengaja, maka betapa jahanamnya saya dimata mereka. Tuhan sampaikan permohonan maaf saya pada mereka, dan pada-Mu Tuhan saya sampaikan permohonan ampun. Menangis!.
Berita Kehilangan
Ada kabar, Jafar Sidik sudah taubat setelah kehilangan sesuatu. Kini Jafar rajin sholat dan kembali dekat dengan sang pemilik jagat. Laki-laki pemilik rupa menawan itu, coba bangkit dari bumi ke langit. Kiranya ini akan jadi taubat terakhir. Karena setelah taubat, ia ingin mati. Katanya ia tidak takut mati, ia tidak cari mati, ia juga tidak lupakan mati. Tapi, Jafar rindu mati, rindu bertemu dengan Tuhan. Sebelum mati, Jafar taubat.
Mendengar kabar itu, teman dekat Jafar terbelalak dan langsung memberondong Jafar dengan seribu tanda tanya.
“Ada apa denganmu?” tanya Yusuf Khan, yang mulai merasa heran dengan laku lampah Jafar yang kian hari kian ganjil. Semua ini mengindikasikan ada yang tidak beres dengan jiwa Jafar. Mungkin Jafar sakit saraf, lantaran berita kehilangan yang sudah menderanya. “Sudah, lupakan saja kejadian itu,” saran Yusuf.
“Saya yakin ini skandal Tuhan, skandal yang mulai mendera hidup saya. Tak mungkin juga saya lupa kejadian itu. Meski, setan membuat rasa lupa penghilang rasa sesal. Tuhan memberikan ingatan yang kejam pada saya, sehingga saya tahu arti penyesalan!” napas Jafar tertahan, ketika harus mengingat kejadian kehilangan sesuatu yang paling rahasia dan paling vital dalam hidupnya.
“Apakah kamu yakin dengan keputusanmu, apakah kau yakin Tuhan itu ada?, perlu kau ketahui Tuhan itu tidak ada, atau memang Dia kurang begitu baik hati pada dirimu, entahlah.”
Yusuf kembali menceritakan bagaimana Tuhan sudah berani-beraninya membuat Jafar merasa malu bukan kepayang. Kalau pun Tuhan ada, tentu bukan Tuhan yang sentimental. Read more…
Bumi ke Langit
teori simple tak sekompleks teori darwin
tapi tak gampang sperti coba menangkap angin
contoh… standar manusia tapi standar yang mana?
karna semua ingin lebih dari sebelumnya
jika satu tambah satu sama dengan dua
knpa hitunganku slalu saja tidak sama…
mungkin saja karna faktor x
atau mungkin manusia slalu ikuti teks
terkadang anak panahku melesat jauh
terkadang ku tangguh lalu kemudian jatuh
aku coba bangkit meskipun sulit
kecepatan penuh dari bumi ke langit
reff:
ku coba untuk bangkit… bumi ke langit
meski terasa sulit… dari bumi ke langit
terbang melayang… bumi ke langit
dari bumi ke langit… dari bumi ke langit
u… u… u… can see me when i drop…
rise again… i rise again to the top!!!
sperti ku turunkan kepala diatas debu
saat bertemuNya walau jarang lima waktu
mungkin ku rasa apa yang kau rasakan…
dan mungkin kau tau rasanya bila tertekan
sering ku bertingkah seperti charlie caplin
tak banyak bicara, bergerak seperti mesin
smoooth… seperti tanpa gerakan
mereka berfikir mungkin ku tak punya tujuan
aku coba bangkit… meskipun sulit
kecepatan tinggi… dari bumi ke langit
back to reff:
bridge:
yea…











