Beranda > ADA SEMUA, CATATAN > GARA GARA INISIAL ‘S’, SAYA BER-DO’(S)A

GARA GARA INISIAL ‘S’, SAYA BER-DO’(S)A

s+s

S + S = Do'a atau Dosa

Bukan saya cengeng.. tapi kali ini saya memang sedang ingin menulis sambil menangis. Saya ingin menuliskan kisah saat saya berada pada status dosa yang teramat besar, sebesar cinta kita berdua. Saya kira pertemuan saya dengan inisial ‘s’ tidak akan serumit ini, saya terjerembab pada lumpur dosa, yang entah berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan diri saya dari hinanya hidup di dunia ini.

Jika diibaratkan kisah kita berdua adalah kisah cinta terlarang… Dan,  jika waktu bisa diputar kembali mungkin saya hanya ingin satu permintaan yang lazim diucap oleh manusia putus harap tanpa asa.. “Andai waktu bisa diulang, saya tak ingin mengenal dia. Daripada kini saya harus melupakan semua kisah bersamanya.. teramat susah dilakukan”. cinta kita berdua benar-benar terlarang, karena terlalu sering saya memanggil sayang, hingga lupa sembahyang.

Saya kira ‘s’ hanya manusia biasa, sama dengan yang lainnya. Tapi, dia benar-benar jauh berbeda hingga saya jatuh dan sakit juga.. dulu saya kasihan dengan dia, kini saya kasihi dia.. dulu saya menyayangkan dia, kini saya menyayangi dia.. meski dimarahin tuhan karena cinta yang dilarang tuhan, namun sampai saat saya menuliskan kisah ini, kita masih berhubungan.

Saya harap Sri Wahyuni Lisdianiningsih tidak tersinggung.. karena inisial ‘s’  yang sedang saya ceritakan ini bukanlah kau Sri, melainkan sosok yang lain yang juga berinisial ‘s’.. justru dengan hadirnya Sri saya terhenti dari dosa yang lebih besar lagi, dosa yang hendak saya dan ‘s’ lakukan di kamis malam bulan april di minggu pertama.. Sri memang sarjana IPA Fisika, dia menegur saya dengan mempesona.. melalui teori hukum 3 Newton, saya dihentikan dengan indah dari dosa yang teramat besar.

Katanya “Saya percaya bahwa suatu aksi akan menghasilkan reaksi, jadi jika melakukan dosa maka  akan menerima akibatnya.” oleh karena itu, saat itu saya enggan untuk melangkah lebih jauh lagi, dari jalan yang tidak benar dan tidak di ridhoi Allah. Waktu itu saya terhenti, tapi saya masih juga melangkah lagi, meski perlahan. Namun, pada suatu detik hendak berhenti, tapi pada detik lain saya berlumur dosa lagi.

Saat saya menuliskan catatan ini, saya jadi teringat pada kata bijak, dan jika ingatan saya tidak berkhianat, beginilah isinya “Manusia yang baik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Tapi, manusia yang baik adalah manusia yang mau memperbaiki kesalahan.” mungkin saya selalu menangis jika mengenang kebersamaan dengan ‘s’..

Gara gara inisial ‘s’ yang selalu dipikiran saya, hingga membuat saya berdosa, apalagi rencana rencana terlarang yang disusun kita berdua, sungguh saya berada pada garis yang berhimpit antara bahagia dan dosa. Tapi gara gara inisial ‘s’ hingga membuat saya berdo’a mohon ampun dari yang maha kuasa. saya tidak ingin hidup di dunia hanya sia sia.

Categories: ADA SEMUA, CATATAN
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.