Inisial ‘S’
Demi keselamatan nyawa, maka identitas dari wanita yang berinisial ‘s’ saya rahasiakan. Ia hanya wanita biasa, yang punya dua bola mata indah, bibir manis dan merah merona, pipinya mulus dan sedikit tembem, punya satu hidung dengan lubangnya dua, alisnya biasa saja, postur tubuh mungil tidak jangkis bak model, pakainnya seperti orang mau mengaji, kerudunya lebat. Sungguh ia tak ber make up, tidak suka dengan kepalsuan.
Saat Tuhan mempertemukan saya dengan wanita berinisial ‘s’. Alam raya serasa berdendang, dengan melantunkan tangga nada yang indah. “Apakah itu kamu, yang selama ini saya cari tanpa henti, apakah itu cinta, yang mampu menutup lubang di dalam hati,” sungguh ini lirik lagu yang paling cocok, sebagai musik pengiring saat pertemuan pertama kita berdua.
Namun betapa tololnya saya, ketika beberapa hari kemudian, saya mendapat sms pertama darinya, saya abaikan sms itu tanpa dibalas. hingga menimbulkan spekulasi tanda tanya besar atas laku lampah saya di mata wanita berinisial ‘s’. Mungkin ia anggap saya laki-laki yang sombong karena tak juga membalas sms, mungkin ia anggap saya laki-laki miskin yang tak mampu membeli pulsa, atau mungkin ia beranggapan kalau saya adalah laki-laki sakit, yang tidak tertarik dengan wanita. Sungguh jahatnya spekulasi. Read more…



