Arsip

Arsip untuk Juli, 2011

Inisial ‘S’

S

S

Demi keselamatan nyawa, maka identitas dari wanita yang berinisial ‘s’ saya rahasiakan. Ia hanya wanita biasa, yang punya dua bola mata indah, bibir manis dan merah merona, pipinya mulus dan sedikit tembem, punya satu hidung dengan lubangnya dua, alisnya biasa saja, postur tubuh mungil tidak jangkis bak model, pakainnya seperti orang mau mengaji, kerudunya lebat. Sungguh ia tak ber make up, tidak suka dengan kepalsuan.

Saat Tuhan mempertemukan saya dengan wanita berinisial ‘s’. Alam raya serasa berdendang, dengan melantunkan tangga nada yang indah.  “Apakah itu kamu, yang selama ini saya cari tanpa henti, apakah itu cinta, yang mampu menutup lubang di dalam hati,” sungguh ini lirik lagu yang paling cocok, sebagai musik pengiring saat pertemuan pertama kita berdua.

Namun betapa tololnya saya, ketika beberapa hari kemudian,  saya mendapat sms pertama darinya, saya abaikan sms itu tanpa dibalas. hingga menimbulkan spekulasi tanda tanya besar atas laku lampah saya di mata wanita berinisial ‘s’. Mungkin ia anggap saya laki-laki yang sombong karena tak juga membalas sms, mungkin ia anggap saya laki-laki miskin yang tak mampu membeli pulsa, atau mungkin ia beranggapan kalau saya adalah laki-laki sakit, yang tidak tertarik dengan wanita. Sungguh jahatnya spekulasi. Read more…

Categories: ADA SEMUA, CERPEN

Betapa Jahanamnya Saya

Saya

Saya

Tuhan, apakah saya masih pantas untuk berkeluh kesah denganmu?. Saya pikir sudah terlalu hina saya menyapamu, apalagi sampai meminta lebih padamu. Engkau ampuni semua dosa saya, juga saya anggap karunia yang teramat agung. Tuhan ampuni semua dosa saya, terlalu berat saya memikul hinanya hidup untuk menuju ridhomu. Mohon ampun.

Selalu saja saya merasa berdosa, dosa yang menyayat hati dan menguras air mata ketika mengingat wanita-wanita yang tak juga saya anggap, bahkan terkesan saya permainkan perasaannya. Tapi perlu diketahui, ini tidak ada unsur kesengajaan, saya sendiri baru tersadar bahwa betapa jahanamnya perlakuan saya terhadap beberapa wanita.

Dulu mereka mengagumi saya, tapi karena sikap plin-plan saya, dan sikap datar saja, satu persatu berbalik membenci saya. Bukan tunggal tapi banyak, bukan saya sombong tapi ini kenyataan yang menyakitkan. Kalau ini saya lakukan dengan sengaja, maka betapa jahanamnya saya dimata mereka. Tuhan sampaikan permohonan maaf saya pada mereka, dan pada-Mu Tuhan saya sampaikan permohonan ampun. Menangis!.

Categories: ADA SEMUA, CATATAN

Berita Kehilangan

Taubat

Taubat

Ada kabar, Jafar Sidik sudah taubat setelah kehilangan sesuatu. Kini Jafar rajin sholat dan kembali dekat dengan sang pemilik jagat. Laki-laki pemilik rupa menawan itu, coba bangkit dari bumi ke langit. Kiranya ini akan jadi taubat terakhir. Karena setelah taubat, ia ingin mati. Katanya ia tidak takut mati, ia tidak cari mati, ia juga tidak lupakan mati. Tapi, Jafar rindu mati, rindu bertemu dengan Tuhan. Sebelum mati, Jafar taubat.

Mendengar kabar itu, teman dekat Jafar terbelalak dan langsung memberondong Jafar dengan seribu tanda tanya.

“Ada apa denganmu?” tanya Yusuf Khan, yang mulai merasa heran dengan laku lampah Jafar yang kian hari kian ganjil. Semua ini mengindikasikan ada yang tidak beres dengan jiwa Jafar. Mungkin Jafar sakit saraf, lantaran berita kehilangan yang sudah menderanya. “Sudah, lupakan saja kejadian itu,” saran Yusuf.

“Saya yakin ini skandal Tuhan, skandal yang mulai mendera hidup saya. Tak mungkin juga saya lupa kejadian itu. Meski, setan membuat rasa lupa penghilang rasa sesal. Tuhan memberikan ingatan yang kejam pada saya, sehingga saya tahu arti penyesalan!” napas Jafar tertahan, ketika harus mengingat kejadian kehilangan sesuatu yang paling rahasia dan paling vital dalam hidupnya.

“Apakah kamu yakin dengan keputusanmu, apakah kau yakin Tuhan itu ada?, perlu kau ketahui Tuhan itu tidak ada, atau memang Dia kurang begitu baik hati pada dirimu, entahlah.”

Yusuf kembali menceritakan bagaimana Tuhan sudah berani-beraninya membuat Jafar merasa malu bukan kepayang. Kalau pun Tuhan ada, tentu bukan Tuhan yang sentimental. Read more…

Categories: ADA SEMUA, CERPEN
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.