Beranda > ADA SEMUA, CERPEN > Berita Kehilangan

Berita Kehilangan

Taubat

Taubat

Ada kabar, Jafar Sidik sudah taubat setelah kehilangan sesuatu. Kini Jafar rajin sholat dan kembali dekat dengan sang pemilik jagat. Laki-laki pemilik rupa menawan itu, coba bangkit dari bumi ke langit. Kiranya ini akan jadi taubat terakhir. Karena setelah taubat, ia ingin mati. Katanya ia tidak takut mati, ia tidak cari mati, ia juga tidak lupakan mati. Tapi, Jafar rindu mati, rindu bertemu dengan Tuhan. Sebelum mati, Jafar taubat.

Mendengar kabar itu, teman dekat Jafar terbelalak dan langsung memberondong Jafar dengan seribu tanda tanya.

“Ada apa denganmu?” tanya Yusuf Khan, yang mulai merasa heran dengan laku lampah Jafar yang kian hari kian ganjil. Semua ini mengindikasikan ada yang tidak beres dengan jiwa Jafar. Mungkin Jafar sakit saraf, lantaran berita kehilangan yang sudah menderanya. “Sudah, lupakan saja kejadian itu,” saran Yusuf.

“Saya yakin ini skandal Tuhan, skandal yang mulai mendera hidup saya. Tak mungkin juga saya lupa kejadian itu. Meski, setan membuat rasa lupa penghilang rasa sesal. Tuhan memberikan ingatan yang kejam pada saya, sehingga saya tahu arti penyesalan!” napas Jafar tertahan, ketika harus mengingat kejadian kehilangan sesuatu yang paling rahasia dan paling vital dalam hidupnya.

“Apakah kamu yakin dengan keputusanmu, apakah kau yakin Tuhan itu ada?, perlu kau ketahui Tuhan itu tidak ada, atau memang Dia kurang begitu baik hati pada dirimu, entahlah.”

Yusuf kembali menceritakan bagaimana Tuhan sudah berani-beraninya membuat Jafar merasa malu bukan kepayang. Kalau pun Tuhan ada, tentu bukan Tuhan yang sentimental.Klik.. untuk baca selanjutnya..

Jafar terdiam, lalu ia menangis untuk sebuah alasan yang membuat ia terhina. Jafar memang hampir tewas gantung diri, karena didera kehilangan. Secara geometris, Jafar bagai sedang menghitung keliling bangun ruang yang tak berwujud. Tentu sangat konyol, sekonyol ketika kita berusaha untuk membuktikan jika Tuhan itu ada atau tidak ada. Jafar terpatung, dia tetap taubat, tekad sudah bulat. Hebat.

Yusuf pun mulai terharu, mendekap Fajar kuat-kuat. Sejurus kemudian mereka tersedu sedan, air mata tak terbendung dan membanjiri pipih mulus mereka berdua, sedih dan basah. Kebersamaan mereka berdua hampir usai. Jafar masuk pesantren meninggalkan karier sebagai model. Yusuf masih jadi model, dan menunggu di panggil Tuhan. Mereka berpisah.

Jafar memang memilih pensiun muda menjadi model. Langkahnya dalam mengejar angan, untuk menjadi artis terkenal tiba-tiba ngerem mendadak dan terhenti. Ia tak lagi berjalan di atas catwalk, sajadah panjang kini terbentang. Menjadi model dan artis hanya tinggal kenangan, Jafar benar-benar pensiun di usia muda. Taubat dan penyesalan memang bukan milik mereka yang rambutnya sudah memutih. Kini bintang Jafar Sidik di dunia hiburan tidak lagi bersinar, namun cahaya surga menerangi Jafar yang taubat.

***

Selidik punya selidik, Taubatnya Jafar Sidik ini bisa terjadi setelah ia kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Kita tahu bahwa semua orang pernah kehilangan sesuatu. Tidak peduli apakah itu selembar uang, seseorang yang di cinta, atau jarum pentul yang harganya tidak seberapa. Mungkin benar, orang yang paling beruntung adalah mereka yang sadar bahwa di dunia ini mereka tidak punya apa-apa. Karena mereka tidak akan pernah kehilangan.

Benar juga pepatah usang bertuah, Kita baru tersadar, dan benar-benar sadar bahwa kita punya sesuatu yang berharga, setelah sesuatu yang berharga itu hilang dari kita. Jafar Sidik sadar dan ia menceritakan kejadian ajaib itu pada Yusuf.

“Suf, saya mau cerita. Hari ini saya tertimpa berita buruk, saya kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam diri saya,” kata Jafar pada Yusuf.

“Sudah lapor polisi belum, kamu kehilangan apa?, dompet, uang, handphone, laptop, motor, atau apa,” heboh Yusuf sambil menyarankan, agar segera lapor ke polisi.

“Saya ragu polisi mampu menemukannya Suf, ini bukan kehilangan yang wajar, sungguh mistis,” Kata Jafar yang pasrah. Seolah ini ulah dukun jahat.

“Emang kamu kehilangan apa?” tanya Yusuf.

“Sesuatu yang sangat berharga, Suf.”

“Apa?”

“Kini sudah hilang, saya tak punya lagi.”

“Ibu kamu hilang di pasar yah!,  atau, apa yang hilang!?”

“Bukan!, ibu saya tidak hilang!.”

“Terus, apa yang hilang?”

“Saya hanya punya satu, tapi kini sudah hilang. Tamat sudah, riwayat saya.”

“Kamu kehilangan apa sih?”

“Lebih baik saya mati gantung diri, dari pada harus hidup begini”

“Haduh.. kamu jangan buat saya mati penasaran, apanya yang hilang?”

Yusuf mulai penasaran dan emosi karena Jafar tak juga mau memberitahukan apanya yang hilang.

“Tidaaaak.. ,” Teriak Jafar. “Kenpa harus punya saya yang hilang, dan kenapa juga harus hilang,” pekiknya.

“Jangan-jangan kamu bohongin saya yah.. sudahlah jangan bercanda. Tidak lucu!”

Yusuf ragu, mungkin Jafar sedang jahil padanya. Pernah suatu hari Yusuf mendapat kabar melalui pesan singkat, bahwa Jafar Sidik telah mati setelah di rawat. Siapa yang tidak shock mendengar kabar itu. Setelah di telepon, suara Jafar yang sudah mati tiba-tiba menyahut. Lantas dia bilang, itu sms belum selesai di kirim, masih ada kelanjutannya. Haha… ternyata Jafar Sidik hanya mati rasa, mati hati pada seorang wanita berinisial ‘s’. Sungguh ini lawakan yang tidak membuat terbahak-bahak siapapun.

“Saya tidak bercanda, saya serius,” tegas Jafar, meyakinkan kalau dia sedang kehilangan.

“Terus, apanya yang hilang!”

“Anunya saya hilang!”

“Anu apa?”

“Anu, masa kamu gak tau!”

“Iya.. anu apa? Jafar Sidik bin Budi Hadoko.”

“Wah parah! Kamu sudah bawa-bawa nama orang tua!”

“Ya sudah.. sekarang saya mau tanya, apanya yang hilang?”

“Kelamin saya hilang!”

“Apa?, nggak salah denger saya!.. hahaha..!!” Yusuf terpingkal-pingkal mendengarnya.

Ternyata benar, Jafar Sidik ditegur oleh Tuhan dengan cara yang unik. Tiba-tiba alat kelaminnya menghilang, lenyap sesaat dari posisinya, sungguh ajaib bukan main. Percaya atau tidak, tapi itu nyata dirasakan oleh Jafar Sidik, model yang gantengnya bukan buatan. Mengenai hilangnya alat kelamin Jafar, tentu bukan Tuhan yang sentimental, tapi cara Tuhan memang tidak bisa dijelaskan melalui nalar. Meski raib selama dua hari, tapi nongol kembali. Aneh!.

Setelah kejadian ini, Jafar taubat dari maksiat. Jafar jadi santri di pondok pesantren, sucikan hati dari debu dan noda. Pasrahkan diri lepas dari nafsu dunia, mengharapkan ampunan, meski dosanya membumbung tinggi, Jafar mengemis kasih. Jafar benar-benar taubat, ia tidak bilang bahwa surga dan neraka tidak ada, ia hanya bilang bahwa keduanya tida ada artinya baginya. Mungkin ini taubat terakhir, sebelum hidup Jafar berakhir.

Jafar Sidik diam-diam berdo’a, “Tuhan apapun karunia-Mu untuk saya di dunia, hibahkan pada musuh-Mu, dan apaupn karunia-Mu untuk saya di akhirat, persembhakan saja pada hamba-Mu, bagi saya cukuplah Engkau. Bila sujud saya pada-Mu karena takut neraka, bakar aku dengan apinya. Bila sujud saya padamu karena damba surga, tutup pintu surga itu. Namun, bila sujud saya demi Kau semata, jangan palingkan wajah-Mu, saya rindu menatap keindahan-Mu.”

Kerinduan Jafar pada Tuhan tak tertangguhkan, tanpa disadari air matanya mengalir, mengalir sendiri, tak mampu ditahan-tahan. Seakan cerita dan dosa masa lampau, menari-nari dipelupuk mata. Jafar mantan model memang taubat, ia berjanji untuk tidak mengulanginya, menyesal dan tidak bangga dengan masa lalunya, masa yang berlumur dosa.

Model bukan berarti pekerjaan yang hina. Namun bagi Jafar Sidik, ia akan merasa hina jika ia tetap atau kembali menjadi model. “Saya akui, saya memang salah. Karena tidak bisa menjaga kelamin saya.” Zina dan aurat sering sesumbar dan ia umbar di muka umum. Bermodal rupa menawan dan bentuk tubuh sixpack, ia siap sedia melayani siapa pun yang berminat. Sungguh masa silam yang kelam.

Beruntung, Jafar Sidik terhindar dari penyakit kelamin. Meski ia sempat menjadi penyakit masyarakat, dan dianggap sampah tak bermanfaat. Dalam ilmu hitung dan ilmu pasti, hidup manusia di dunia ini serupa sistem pada teori peluang, yang intinya adalah kemungkinan-kemungkinan yang menimpa hidup seseorang.

Antara peluang beruntung atau tidak beruntung, berhasil atau tidak berhasil, diterima atau tidak diterma. Dipercaya atau tidak dipercaya. Antara iya atau tidak. Jafar Sidik termasuk beruntung, karena sebelum mati ia sudah dekat dengan Tuhan. Sungguh ini teori yang rumit, meski Tuhan tidak sedang bermain dadu dengan semesta ini.

***

Beberapa bulan berlalu. Ada kabar angin yang berhembus bahwa Yusuf Khan juga taubat. Yusuf coba bangkit dari bumi ke langit setelah kehilangan sesuatu. Ternyata ia juga tidak bisa menjaga kelaminnya. Alat vitalnya juga sempat hilang, karena gaya hidup dan gaya pacaran zaman sekarang yang teramat bebas.

Lantas Yusup mendekam di pesantren, setelah dirawat karena terjangkit penyakit kelamin. Langkahnya kini mendekati kematian, dan hidup terasa hina bagi mereka yang zina. Kini periksalah alat kelamin anda, siapa tau sekarang giliran punya anda yang hilang. Mungkin akan jadi berita kehilangan selanjutnya!.

Categories: ADA SEMUA, CERPEN
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.