Beranda > ADA SEMUA, CERPEN > Inisial ‘S’

Inisial ‘S’

S

S

Demi keselamatan nyawa, maka identitas dari wanita yang berinisial ‘s’ saya rahasiakan. Ia hanya wanita biasa, yang punya dua bola mata indah, bibir manis dan merah merona, pipinya mulus dan sedikit tembem, punya satu hidung dengan lubangnya dua, alisnya biasa saja, postur tubuh mungil tidak jangkis bak model, pakainnya seperti orang mau mengaji, kerudunya lebat. Sungguh ia tak ber make up, tidak suka dengan kepalsuan.

Saat Tuhan mempertemukan saya dengan wanita berinisial ‘s’. Alam raya serasa berdendang, dengan melantunkan tangga nada yang indah.  “Apakah itu kamu, yang selama ini saya cari tanpa henti, apakah itu cinta, yang mampu menutup lubang di dalam hati,” sungguh ini lirik lagu yang paling cocok, sebagai musik pengiring saat pertemuan pertama kita berdua.

Namun betapa tololnya saya, ketika beberapa hari kemudian,  saya mendapat sms pertama darinya, saya abaikan sms itu tanpa dibalas. hingga menimbulkan spekulasi tanda tanya besar atas laku lampah saya di mata wanita berinisial ‘s’. Mungkin ia anggap saya laki-laki yang sombong karena tak juga membalas sms, mungkin ia anggap saya laki-laki miskin yang tak mampu membeli pulsa, atau mungkin ia beranggapan kalau saya adalah laki-laki sakit, yang tidak tertarik dengan wanita. Sungguh jahatnya spekulasi.

Hari-hari berikutnya, saya giat mengirim sms dan ia semakin giat pula membalas, kini saya mulai mengenal cinta.

“Sedang sibuk apa gerangan disana?” sms saya kirim.

“Sedang sibuk membalas sms darimu,” balasan dari wanita berinisial ‘s’.

“Jangan lupa shalat duhur yah,” pinta saya.

“Yoyoy, sudah dulu yah.. saya mau shalat nih,” sms yang ia balas.

Perlu diketahui, sudah jutaan kata yang dirangkai menjadi kalimat yang menggelora asmara, dan kita kirim lewat sms. Kita memang dua sejoli yang sedang bahagia atas nama cinta. Cinta yang tak tertangguhkan, meski badai menghantam dan petir menyambar. Cinta kita tetap satu, tak mungkin cerai berai. Mungkin ini yang dinamakan cinta sejati, cinta yang seperti hantu, meski banyak yang membicarakannya tetapi hanya sedikit yang pernah melihatnya.

Rayuan klasik, sesumbar pada tiap kesempatan. Berkatalah saya yang tampan bukan buatan, pada wanita berinisial ‘s’.

“Jika diibaratakan tumbuhan, engkau laksana bunga putri malu. Tangkainya berduri-duri, ancaman bagi yang hendak mengambilmu secara paksa. Tunduk tersipu malu, saat bunga putri malu disentuh. Itulah kamu. Cerah ceria warna bunganya, serupa auramu yang terpancar saat saya menatapmu.”

“Dasar gombal,” ketus wanita berinisial ‘s’.

“Beneran, nggak menggombal,” saya membela diri atas tuduhan wanita berinisial ‘s’.

“Ah.. yang bener?”

“Ya benerlah!”

“Ya sudahlah, terserah kamu saja, saya pasrah,” ia tersenyum simpul.

Sepertinya hati wanita berinisial ‘s’ meleleh. Ia terbunuh cinta saya, apalah daya karena ini memang ulah saya. Benar apa yang dikatakan Shakespeare, walaupun punya lidah, lelaki bukanlah laki-laki jika tanpa lidahnya dia tak bisa menaklukan wanita. Kini lidah saya adalah lidah lelaki sejati.

Kemesraan kita berdua, sungguh abadi sepanjang masa. Kita sering menyaksikan timul-tenggelamnya matahari ditepian pantai, serta dinginnya angin malam pernah kita lewati bersama. Sejuta pasang mata pun menjadi saksi dari cinta kita berdua yang kita bina tiap hari.

Lantas jika satu tambah satu sama dengan dua, pasti akan berbeda dengan kita yang mempunyai jawaban tetap angka satu. Mungkin ini yang dinamakan faktor cinta, formulasi sinting dari benih-benih asmara.

Kita menganggap mereka yang menjawab angka dua adalah manusia yang selalu mengikuti teks, atau orang yang diperbudak dengan jawaban pasti dari ilmu hitung yang diperoleh di bangku sekolah. Kali ini ilmu matematika keok dengan ilmu cinta, dalilnya diraih tanpa aksioma. Sungguh inilah tanda-tanda kebahagiaan semu.

***

Namun sayang seribu sayang, tiba-tiba saya menghilang, setalah wanita berinisial ‘s’ mengajukan satu permintaan yang membuat saya setres bukan kepayang. Saban hari saya tak mampu hadir di permukaan bumi, saya tenggelam ketika ada ajakan untuk menikah. BERSAMBUNG…

Categories: ADA SEMUA, CERPEN
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.