jitu menggunaklan waktu
Tidak dipungkiri lagi bahwa dominasi kultur masyarakat indonesia sekarang sudah di cap sebagai masyarakat yang suka mengulur-ulur waktu atau tidak tepat waktu. Janji untuk hadir rapat jam sepuluh namun baru bisa hadir jam dua belas, sudah terbiasa menunda laporan bulanan dan lain sebagainya. Adakah inisiatif kita untuk merubah image yang tidak baik tersebut? Padahal pengelolaan waktu yang baik juga merupakan salah satu tips keberhasilan atau ciri-ciri manusia yang sukses dalam segala bidang.
Tak heran di dunia ini ada manusia yang sukses dan ada manusia yang gagal. Gaya hidup atau cara kerja orang yang sukses dan yang gagal bisa kita identifikasikan, salah satunya dengan melihat bagaimana orang tersebut mengelola waktunya dengan sebaik mungkin. Bukankah Tuhan sudah bersikap adil kepada semua umat di dunia dengan memberikan durasi yang sama selama 24 jam sehari, tak ada yang dibedakan.
Tanpa disadari waktu adalah hal yang sering kita remehkan, padahal waktu berputar begitu cepat. Sedetik saja kita lengah maka lewat sudah waktu yang tepat. Tapi kenapa waktu yang begitu penting justru tidak sedikit orang yang membuang setiap kesempatan dan waktu yang ada dengan percuma, karena tidak merencanakan apa yang hendak dilakuakan.
Maka biasakan hidup anda dengan rencana-rencana dan selalu menuliskannya pada kertas atau buku agenda agar tidak lupa. Karena lupa adalah alasan klasik dari keterlambatan. Banyak orang hanya mengandalkan ingatan dikepala. Namun, ini bukanlah sulosi yang terbaik karena daya ingat manusia terbatas kapasitasnya. Ingat, yang terucap akan berlalu bersama angin dan yang tertulis akan mengabadi. Bukankah setelah ditulis anda bisa konsentrasi dan memikirkan rencana yang lain.
Jika anda termasuk orang yang sulit berkonsentrasi, misalnya pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan 30 menit namun membutuhkan waktu 2 jam hanya karena konsentarsi yang kurang fokus. Maka anda harus meningkatkan daya konsentrasi dengan cara memahami terus menerus pekerjaan anda dan belajar lagi. Memahami selama 30 menit dan istirahatlah selama 10 menit. Lakuakan terus menerus maka lambat laun kemampuan konsentrasi pun akan lebih fokus dan meningkat.
Selanjutnya, yang harus anda pelajari adalah belajar membiasakan diri untuk menulis dan berbicara dengan jelas dan padat. Sampaikan pendapat anda dengan jelas dan singkat. Jika seseorang meminta anda seratus kata, jangan memberinya dua ribu kata. Ketika diminta berbicara 30 menit, jangan berbicara 50 menit. Terlalu banyak kata dapat membuang waktu anda dan orang lain. Ini memang pelajaran yang cukup sulit, situasi sekarang mendorong orang untuk bertindak berlebihan demi dipandang exsis, namun ini pelajaran yang harus diterapkan demi efektifitas waktu untuk meningkatkan produktifitas.
Produktifitas akan meningkat jika anda juga tidak menunda-nunda pekerjaan. Perlu anda resapi, jika kita terlalu banyak rehat hanya akan membuat kita berkarat. Lagian pekerjaan yang ditunda lama-lama akan banyak, dengan demikian akan banyak menyita waktu juga untuk dapat menyelesaikannya, itu hanya membuang-buang waktu saja. Kemudian jika menemukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam satu waktu, maka selesaikan tanpa harus menunda-nundanya. Dengan demikian waktu anda lebih produktif.
Tentunya produktifitas kerja yang menyeimbangkan antara kesibukan dan waktu istirahat. Tubuh dan pikiran juga butuh istirahat. Manfaatkan libur akhir pekan dengan sebaik mungkin. Melakukan sesuatu yang berhubungan dengan hobi, berkumpul dengan keluarga bisa dijadikan pilihan alternatif untuk mengisi waktu istirahat anda selain tidur sepanjang hari. Jadi efetifitaskan waktu dengan sejitu-jitunya.
Cirebon, 16 Maret 2010
